Ketika Tidak Perawan Adalah Hal Yang Biasa Di Jaman Sekarang

ketika-keperawanan

Pergaulan jaman sekarang memang jauh lebih bebas dibandingkan dengan jaman dahulu. Mereka begitu bebas, baik bebas dalam berekspresi, bebas berkarya, bebas berkreasi, dan bebas bergaul serta mencoba hal-hal yang baru yang mereka rasa belum pernah mereka lakukan. Banyak faktor pemicu bebasnya kehidupan remaja sekarang, salah satu diantaranya adalah teknologi komunikasi, dunia internet dan dunia online yang begitu pesatnya. Apabila dulu internet begitu awam bagi sebagian besar orang, jaman sekarang justru sudah menjadi hal yang biasa.

Anak usia dini, anak TK, SD, SMP sudah banyak yang memegang gadget dengan akses internet yang merambah ke dunia luar. Hal ini baik, jika penggunaannya benar. Namun jika penggunaannya salah maka anak-anak di bawah umur justru akan terjerumus ke situs-situs yang mendewasakan mereka lebih cepat, yaitu situs-situs porno.

Menurut survey, sedikitnya 62% anak remaja Indonesia sudah kehilangan keperawanannya. Sebagai warga Indonesia, terlebih bagi para orang tua hal ini tentu sangatlah miris melihat fenomena ini apalagi jika hal ini terjadi pada anggota keluarga kita. Sebagai orang tua jika hal ini terjadi pada anak kita, siapa yang disalahkan? Tentu saja orang tua. Oleh sebab itu kita perlu mengawasi pergaulan anak-anak remaja jaman sekarang.

Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi problem meningkatnya prosentase ketidak perawanan remaja kita meski mengetahui alasan atau penyebab kebebasan pergaulan ini. Berikut adalah alasan dan penyebab tersebut :

1. Kasih sayang dan cinta kasih sesama remaja yang dalam dan berlebihan

Masa remaja merupakan masa pubertas, mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis. Jika ada rasa ketertarikan maka kedua remaja baik laki-laki maupun perempuan akan menjalani masa pacaran. Pacaran yang terlalu dekat dan intim akan menimbulkan rasa saling ketergantungan satu sama lain dan masing-masing juga tidak ingin mengecewakan satu sama lain. Oleh sebab itu sang remaja putri akan memberikan hal yang paling berharga (keperawanan) kepada sang pacar, apabila mereka meminta dengan sukarela akan ia berikan. Hanya demi sang pujaan hati agar tetap mencintainya, tidak berpindah kelain hati.

2. Seringnya menonton adegan mesra di film-film barat

Maraknya film barat atau tayangan luar negeri baik di televise nasional maupun TV kabel sedikit banyak mempengaruhi pola pikir anak remaja sekarang. Dalam film barat, adegan ciuman, berpelukan dan adegan ranjang sering ditayangkan serta dialog-dialog dalam film tersebut juga menandakan bahwa pasangan tersebut sudah biasa melakukan hubungan intim. Remaja pada dasarnya adalah memiliki rasa penasaran yang tinggi sehingga ia meniru dan melakukan hal yang sama seperti pada film-film yang ia lihat.

3. Mengakses situs porno atau menonton film panas

Siapa saja yang menonton adegan panas dan mengakses situs-situs porno pasti akan terangsang dan segera ingin melakukan adegan yang sama. Pada remaja pun seperti itu, mereka langsung ingin melakukan hubungan intim dan mereka melampiaskan pada pacar mereka. Atau lebih parahnya lagi remaja putri akan menjajakan dirinya demi keinginannya tersebut.

4. Kurangnya ajaran norma dan nilai masyarakat

Di tahun 1950 dan tahun 1960-an, para wanita yang belum menikah akan merasakan malu apabila ketahuan sudah tidak perawan lagi. Sangat berbeda dengan jaman sekarang yang mana remaja putri justru malu jika ia masih perawan karena merasa tidak laku dan tidak ada pria yang berselera dengannya. Saat ini norma dan nilai di masyarakat telah luntur, dan para gadis ini akan beranggapan bahwa tidak penting omongan orang tentang dirinya. Yang penting masih banyak pria yang mau dengannya dengan segala kecantikan yang ia miliki.

5. Adanya desakan perekonomian

Jika Banyak remaja yang tidak ingin hidup susah, khususnya kaum remaja putri yang ingin banyak hal seperti tas baru, baju baru, kosmetik, dan kendaraan yang bagus mereka sampai hati menjajakan dirinya sendiri. Hidup enak tanpa perjuangan dan menjadi kaya dalam waktu cepat membuat mereka terdorong untuk menghilangkan keperawanan mereka sampai mengobralnya.

6. Godaan dari para pria dewasa

Banyak sekali remaja putri yang berpacaran dengan pria yang jauh lebih dewasa darinya. Ada yang seorang pria mahasiswa bahkan sudah bekerja dan parahnya lagi ada yang berpacaran dengan pria yang sudah bersuami. Pria-pria dewasa ini pasti akan mengajak kke arah yang negatif, yang melanggar agama. Segala godaan mulai dari uang, handphone, baju bagus dan tas mahal menjadi senjata bagi pria hidung belang ini untuk mendapatkan keperawanan sang gadis.

Demikianlah alasan dan sebab hilangnya keperawanan remaja putri yang menjadikan fenomena tidak perawan menjadi hal yang sangat biasa . Semoga artikel ini mampu membawa manfaat, jangan sampai hal ini terjadi pada anda karena bisa jadi suami anda akan merasakan kecewa berat apabila mengetahui bahwa diri anda sudah tidak perawan lagi.